Berdasarkan jurnal tentang “Konseling Online Sebagai Salah Satu Bentuk Pelayanan E-konseling”. Terdapat gambarana mengenai apa itu E-konseling. Istilah tersebut berasala dari Bahasa Inggris E-Counselling (electronic counseling) yang secara singkat dapat diartikan yaitu proses penyenggaraan konseling secara elektronik. Cikal bakal berdirinya istilah e-counseling berawal dari penyelenggaraan konseling online pada decade 1960-1970. Sedangkan di Indonesia sendiri istilah tersebut masih jarang terdengar di telinga kita. Konseling Online mempuyani beberapa tahapan yaitu, Tahap I (Persiapan) mencakup aspek teknis penggunaan perangkat keras dan lunak yang mendukung penyelenggaraan konseling online. Tahap II ( Proses Konseling) Tahapan konseling online tidak jauh berbeda dengan tahapan proses konseling face-to-face (FtF). Tahap III ( Pasca Konseling) yaitu tahap pasca proses konseling online. Media yang dibutuhkan yaitu, Website/situs, Telephone/ Hand phone, Email, Chat , Instant Messaging dan Jejaring Sosial, Video conferencing. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun responden memandang positif konseling online, namun konselor sendiri mengaku lebih suka tatap muka konseling untuk memberikan jasa mereka kepada klien, meskipun demikian Penelitian tersebut juga memberikan catatan bahwa kedepan akan semakin banyak orang akan terus mencari ke internet sebagai sumber daya untuk menangani kesehatan mental mereka. Tetapi terdapat beberapa kelemahan diantaranya, konseling sangat tergantung dengan dukungan media, jika media yang digunakan tidak bermasalah, konseling akan lancar untuk dilakukan. Namun sebaliknya konseling online bisa saja terputus dan bahkan tidak dapat terselenggara dengan matinya listrik, koneksi terganggu , atau rusaknya perangkat yang digunakan.
            Berdasarkan penelitian saudara Maryo dan Dhani, tentang Model Konseling Pastoral Berbasis E-Crm. Kita mendapat gambaran tentang e-CRM danI i-CPRF. e-CRM (Electronic Customer Relationship Management) merupakan konsep yang serupa dengan CRM akan tetapi, e-CRM lebih focus terhadap pemanfaatan teknologi, yakni teknologi internet dengan fasilias yang interaktif kepada pelanggan dan organisasi bisnis dan terjadi integrasi antara front-end dan back-end (Chandra et al, 2004). Dan CRM yang diterapkan dengan peralatanperalatan teknologi yang mengisinkan angotaanggota dari berbagai bagian departemen dari suatu organisasi untuk menggabungkan, disseminate dan memberikan informasi pelanggan dengan bagian departemen melalui seluruh bagian perusahaan (Outland dan Johnston, 2003). konseling pastoral adalah upaya pendampingan yang bersifat membimbing dan memperbaiki (reparative), serta membawa pemulihan dan kesembuhan (psikoterapi) dalam konflik dan penderitaan yang paling dalam, yang menghalang-halangi pertumbuhan kepribadian, spiritualitas dan karakter anggota Jemaat. baginya i-CPRF adalah Proses i-Counseling Pastoral Relationship Follower (i-CPRF), I memiliki artian internet dan individual. Pengertiannya adalah bagaimana Gereja menjalanin hubungan baik dengan jemaat melalui media internet untuk berkomunikasi agar mampu menjawab persoalan-persoalan jemaat karena maju mundurnya sebuah pelayanan Gereja dilihat dari pendekatan strateginya yaitu menjawab kebutuhan jemaat. Maka dengan menjadikan teknologi i-CPRF, sebagai metode untuk menjembatani jemaat modernisasi yang bersumber dari partisipasi follower dengan melihat perspektif mereka. Model Konseling Pastoral Berbasis e-CRM yang menjadi i-CPRF merupakan sebuah pendekatan baru itu berarti pengembangan teori tentang proses konseling pastoral dapat terjadi, hal penting yang perlu di perhatikan oleh gereja adalah mampu menjawab persoalan jemaat dengan kritis serta inovatif dan tanggap terhadap proses perubahan teknologi.
            Menurut jurnal yang berjudul “Aplikasi Bimbingan Konseling Berbasis WEB” para peniliti membuat sebuah aplikasi konseling yang berbasis WEB. Pada awalnya terdapat situs komunitas yang dibuat dengan tujuan agar pengunjung berkomunikasi secara bersamaan dalam suatu komunitas, pengunjung dapat berbagi pengalaman ilmu dan lainnya dengan pengunjung lain. Nah, dari sinilah muncul yang namanya Aplikasi Bimbingan Konseling yang mampu menjembatani komunitas yang ingin berknsultasi. Melalui aplikasi ini, orang yang ingin berkonsultasi dapat dipertemukan dengan para pakar atau konselor sesuai bidang keahliannya masing-masing melalui internet baik secara real time maupun tidak. Aplikasi ini menggunakan beberapa komponen pokok yaitu basis data, Apache, Hypertext Markup Language (HTML), Personal Home Page, Hypertext Prepocessor (PHP) dan JavaScript. Perancangan Aplikasi bimbingan konseling ini dibagi menjadi 2 bagian, yaitu Perencanangan dan pembuatan basisdata dan Perancangan dan pembuatan aplikasi. Cara pengaksesan pada Aplikasi ini dapat dibagi menjadi empat yaitu, tamu, anggota, konselor dan pengelola situs. Dan dapat diakses tujuh pengguna yaitu tamu, anggota tidak aktif, anggota aktif, konselor, author, editor dan administrator. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa Aplikasi Bimbingan Konseling ini dapat memfasilitasi atau menjembatani komunitas yang ingin berkonsultasi. Dengan menggunakan aplikasi ini, orang yang tidak dapat atau tidak ingin bertatap muka secara langsung dan ingin berkonsultasi dapat dipertemukan dengan pakar atau konselor sesuai bidangnya masing-masing melalui internet baik secara real time maupun tidak.
            Setelah saya merangkum ketiga jurnal diatas dapat disimpulkan bahwa terapi via internet atau yang lebih dikenal dengan e-Counselling masih sangat asing di telinga kita. Tetapi banyak manfaat yang dapat diambil dari e-Counselling seperti bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja dan menghemat waktu tetapi terdapat juga beberapa kelemahan diantaranya, para konselor masih kurang yakin dengan adanya konseling via internet, dan konseling masih terganjal akan adanya gangguan via internet baik itu eksternal dan internal. Banyak juga penelitian yang telah membuktikan manfaat dari terapi/konseling via internet contohnya penelitian jurnal oleh Mayo dan Danny, hasilnya membuktikan bahwa dengan adanya program Model Konseling Pastoral Berbasis e-CRM yang menjadi i-CPRF mampu menjawab persoalan jemaat dengan kritis serta inovatif dan tanggap terhadap proses perubahan teknologi. Serta penelitian Aplikasi Konseling yang Berbasis Web, para peneliti menciptakan sebuah aplikasi konseling yang ditujukan untuk mereka yang ingin berkonsultasi tanpa bertatap muka dengan konselor yang handal dan terpercaya. Maka dari itu, dibutuhkan dari berbagai pihak dengan adanya terapi via internet agar teknologi dapat dimanfaatkan dengan baik.

Daftar Pustaka :

Ifdil. (2013). Konseling Online Sebagai Salah Satu Bentuk Pelayanan E-konseling. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 1, 15-21.
Manjurani .I.Mayo., Manogga, Danny. (2013). Model Konseling Pastoral Berbasis E-Crm. ISSN: 2089-9815

G.S.D, Juniawan., D.A. Nurina, Agnes., Bahana, Raymond., Mulyanti, Sri. (2008). Aplikasi Bimbingan Konseling Berbasis WEB. Jurnal Elektro, 1, 49-60.



Internet merupakan hal yang dibutuhkan tetapi dapat juga merugikan seperti kecanduan internet. Internet addiction adalah pemakaian internet secara berlebihan yang ditandai dengan gejala-gejala klinis kecanduan, seperti keasyikan dengan objek candu, pemakaian yang lebih sering terhadap objek candu, tidak memperdulikan dampak fisik maupun psikologis pemakaian dan sebagainya. Internet Addiction Disorder (IAD) atau gangguan kecanduan internet meliputi segala macam hal yang berhubungan dengan internet seperti jejaring sosial, email, pornografi, judi online, game online, chatting dan lain-lain. Berdasarkan hasil analisis, maka dapat ditarik simpulan bahwa self control terhadap internet addiction pada mahasiswa Fakulatas Ilmu Pendidikan berada pada kategori rendah, hal ini berarti mahasiswa kurang mampu mengontrol perilaku dalam bermain internet yang berlebihan (waktu yang tidak terkontrol), kurang mampu dalam mengambil keputusan atau suatu tindakan yang cukup baik terhadap internet. Jika individu memiliki self control yang tinggi maka internet addictionnya rendah sedangkan individu yang memiliki self controlnya rendah internet addictionnya tinggi.

Pada jurnal saudara Heny, Denok dan Luluk mereka meneliti apakah ada hubungannya antara kemampuan sosialisasi dengan kecanduan jejaring sosial. Seperti biasa internet selain membawa dampak baik juga dapat membawa dampak buruk. Salah satunya kecanduan jejaring sosial, gejala kecanduan gangguan internet seperti suka lupa waktu, gejala menarik diri, munculnya sebuah kebutuhan konstan untuk meningkatkan waktu yang dihabiskan, kebutuhan akan peralatan komputer yang lebih baik dan aplikasi yang lebih banyak untuk dimiliki, sering berkomentar, berbohong, rendahnya prestasi, menutup diri secara sosial, dan kelelahan.  Dampak positifnya berkat situs jejaring sosial ini kita jadi lebih mudah berinteraksi dengan pengguna-pengguna lain yang memanfaatkan situs jejaring sosial ini untuk memperluas pergaulan. Pengguna dapat berhubungan dengan teman dan keluarga, dapat bertemu dan berhubungan dengan teman lama, berkenalan dengan teman dari sahabat, serta berkenalan dengan orang yang belum pernah dikenal sebelumnya. Sisi negatifnya adalah kita banyak kehilangan waktu yang bermanfaat, Kebingungan antara Dunia maya dengan Dunia Nyata, Meniru kekerasan dalam game online, kegagalan akademik, menolak untuk melakukan hal yang lain, mengikuti gaya-gaya yang didapatkannya, stress jika tidak ada internet dan efek stress yang dibawa itu menimbulkan penyakit ini yaitu aktivitas otak dan tekanan darah meningkat karena terisolir dari internet. Sosialisasi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sosialisasi primer dan sekunder. Ciri-ciri kemampuan bersosialisasi yaitu, pelakunya lebih dari 2 orang atau lebih, terjadinya komunikasi antara pelaku melalui kontak sosial, memiliki tujuan yang jelas, dilaksanakan melalui pola sistem sosial tertentu. Kecanduan Jejaring sosial adalah suatu kondisi kronis dalam sistem motivasi dalam perilaku mencari kesamaan sosialitas, mulai dari yang dikenal sehari-hari sampai dengan keluarga melalui internet. Berdasarkan penelitan di dapatkan kesimpulan bahwa semakin tinggi kemampuan sosialisasi maka semakin rendah kecanduan jejaring sosial. Hal ini menunjukkan bahwa remaja yang mempunyai tingkat kemampuan sosialisasi tinggi, maka semakin rendah Kecanduan Jejaring Sosial. Sehingga mudah baginya mengalihkan kegiatan bermain internet dengan berinteraksi sosial pada orang lain. Sebaliknya jika remaja mempunyai Kemampuan Sosialisasi rendah, maka semakin sering remaja menggunakan Jejaring Sosial, karena baginya banyak waktu kosong dan tidak adanya kegiatan membuat remaja itu mengisi waktunya yang kosong dengan bermain Jejaring Sosial sehingga Kemampuan sosialisasi terhadap masyarakat, keluarga, teman, dan lingkungan sekitar kurang
            Dua gejala yang men­jadi ciri utama kecanduan terhadap zat terla­rang adalah ketergantungan (dependence) dan penarikan (withdrawal). Akibat buruk kecanduan game online ini dapat dilihat lebih jelas jika kebiasaan ber­main mereka ini dikaitkan dengan masalah dalam kehidupan nyata sehari-hari seperti ma­salah akademis, masalah kesehatan, masalah keuangan dan masalah relasi. Kecanduan bermain online game pada remaja dapat dilihat dari beberapa gejala yang muncul. Pertama, remaja bermain online game seharian, dan sering bermain dalam jangka waktu lama (lebih dari tiga jam). Biasanya dalam waktu satu minggu remaja bisa meng­habiskan waktu sekitar 30 jam. Kedua, rema­ja bermain online game untuk kesenangan, cenderung seperti tak kenal lelah dan mudah tersinggung saat dilarang. Remaja yang kecan­duan tidak pernah menghiraukan larangan orang tua atau orang lain untuk mengurangi intensitas bermain internet game online, dan remaja cenderung berontak apabila dilarang untuk bermain. Ketiga, mengorbankan kegi-atan sosial, dan tidak mau mengerjakan akti­vitas lain. Para gamers bisa menghabiskan se­bagian besar waktunya hanya untuk bermain game dan tidak menghiraukan aktivitas lain yang penting baginya, seperti makan, minum, berinteraksi dengan teman sebaya atau bela­jar. Keempat, ingin mengurangi ketergantu-ngannya tapi tidak bisa. Seorang remaja yang kecanduan bisa menghabiskan waktu sehari semalam berada pada suatu rental untuk ber­main game online. Kecanduan yang berlebihan terhadap internet game online akan menyebab­kan remaja menjadi sangat cemas jika tidak bermain (Griffiths, 1995).
            Permasalahan kebi-asaan bermain game online disebabkan karena kontrol diri yang kurang terhadap tingkah laku individu. Sebagaimana gangguan ketergantungan lainnya, kecanduan pada game online dapat diatasi, mereka perlu belajar mengubah ting-kah lakunya dengan mengelola diri. Sehingga peneliti menggunakan metode Konseling Kelompok Dengan Strategi Pe-Ngelolaan Diri (KK-SPD). Pendekatan ini dirasakan lebih tepat karena cukup efektif memberikan kesem­patan kepada anggota kelompok berinteraksi antar pribadi yang khas, yang tidak mung­kin terjadi pada konseling individual. Pada kegiatan konseling kelompok setiap individu mendapatkan kesempatan untuk menggali tiap masalah yang dialami anggota. Kelompok dapat juga dipakai untuk belajar mengekspre­sikan perasaan, menunjukan perhatian terha­dap orang lain, dan berbagi pengalaman. Selain itu pada pengelolaan diri menunjukkan adanya kepastian proses alami dari individual untuk mengarahkan dan mengontrol perilaku mereka sendiri yang merupakan metode spesifik dalam pendekatan kognitif perilaku.
Berdasarkan ketiga jurnal yang telah saya rangkum, Internet Addiction merupakan sebuah fenomena dimana karateristik ketergantungaanya sama dengan kecanduan alcohol dan obat-obatan. Terdapat beberapa jenis ketergantungan diantaranya game online, chatting, dll. Semua yang sifatnya candu akan membawa dampak buruk.            
Biasanya kecanduan internet yang jenisnya sosial media banyak dialami oleh remaja, remaja yang sering kali menghabiskan waktunya lebih lama di dunia maya dibanding dunia nyata bisa jadi kecanduan internet. Mungkin banyak dari mereka yang berfikir bahwa jika mereka menghabiskan waktu lebih banyak di dunia maya (chatting) mereka mampu berinteraksi dengan baik. Anggapan tersebut ternyata salah besar, pada penelitian yang dilakukan oleh saudara Heny, Denok dan Luluk mereka membuktikan bahwa semakin tinggi kemampuan sosialisasi maka semakin rendah kecanduan jejaring sosial. Mereka yang menghabiskan banyak waktunya di dunia maya interaksi sosial dengan lingkungannya rendah, sedangkan mereka yang banyak menghabiskan waktu dengan teman-temanya bahkan keluarganya mempunyai kemampuan sosialisasi yang tinggi dan kecanduan jejaring sosial nya rendah karena mereka menghabiskan banyak waktu di dunia nyata..
Bagaimana cara mengatasi mereka yang kecanduan game online? Berdasarkan jurnal Pengembangan konseling kelompok untuk peningkatan pengelolaan diri pada remaja yang kecanduan game online peneliti menggunakan metode pendeketan konseling kelompok. Pada kegiatan konseling kelompok setiap individu mendapatkan kesempatan untuk menggali tiap masalah yang dialami anggota. Kelompok dapat juga dipakai untuk belajar mengekspre­sikan perasaan, menunjukan perhatian terha­dap orang lain, dan berbagi pengalaman. Jadi mereka dapat berbagi pengalaman dan bertukar pikiran untuk keluar dari masalah mereka. Selain itu pada pengelolaan diri menunjukkan adanya kepastian proses alami dari individual untuk mengarahkan dan mengontrol perilaku mereka sendiri yang merupakan metode spesifik dalam pendekatan kognitif perilaku.
Lalu adakah hubungannya self control dengan internet addiction?, mungkin mereka yang kecanduan internet banyak bertanya-tanya. Berdasarkan penelitian saudara Sari, individu memiliki self control yang tinggi maka internet addictionnya rendah sedangkan individu yang memiliki self controlnya rendah internet addictionnya tinggi. Jadi mereka yang dapat mengandalikan self control mereka maka internet addictionnya.

Daftar Pustaka :
Ningtyas, D.Y, Sari. (2012). Hubungan Antara Self Control Dengan Internet Addiction Pada Mahasiswa” Educational Psychology Journal 1 (1).
Pilpala, K.S, Triharim. (2013). Pengembangan konseling kelompok untuk peningkatan pengelolaan diri pada remaja yang kecanduan game online. Jurnal Sains Dan Praktik Psikologi, I, 89 – 99.

Nurmandia, Heny., Wigati, Denok., Masluchah, Luluk. (2013). Hubungan Antara Kemampuan Sosialisasi Dengan Kecanduan Jejaring Sosial, 04, 107-119.
          Teknologi Informasi dapat membawa dampak positif dan negatif bagi kehidupan kita. Salah satu dampak negatif dari Teknologi Informasi adalah munculnya Cyberbullying. Cyberbullying adalah perlakuan yang ditujukan untuk mempermalukan, menakut-nakuti, melukai, atau menyebabkan kerugian bagi pihak yang lemah dengan menggunakan sarana komunikasi Teknologi Informasi. Cyberbullying merupakan tindakan kekerasan dalam dunia maya, biasanya pelaku adalah teman dekat/teman sekolah korban. Cyberbullying biasanya berupa ancaman, hujatan, penghinaan, penindasan dll. Cyberbullying biasanya dilakukan oleh para remaja, namun mereka menganggap hal ini sebagai hal yang biasa. Padahal dampaknya luar biasa walaupun secara signifikan di Indonesia belum terlihat jelas hasilnya. Orang yang cenderung banyak menghabiskan waktunya dengan internet/ sosial media mereka kemungkinan adalah korban bahkan pelaku Cyberbullying. Ada 3 macam metode cyberbullying yaitu 
  1. direct attacks (pesan-pesan dikirimkan secara langsung ke anak),
  2. posted and public attacks yang dirancang untuk mempermalukan target dengan memposting atau menyebarkan informasi atau gambar-gambar yang memalukan ke publik, dan 
  3. cyberbullying by proxy (memanfaatkan orang lain untuk membantu mengganggu korban, baik dengan sepengetahuan orang lain tersebut atau tidak). 
     

     Pengarahan orang tua serta kesadaran remaja akan tindakan yang dilakukannya sudah kelewat batas meskipun menurutnya itu wajar karena dapat mengganggu emosi seseorang yang bisa memacu stress dan depresi bahkan suicide. 
Berdasarkan jurnal saudara Rizky dan Syarifa yang saya baca terdapat beberapa keuntungan dari internet yang digunakan untuk UKM. Di jaman globalisasi seperti sekarang ini meningkatanya teknologi dapat menguntungkan bagi kebanyakan orang. Seperti UKM ini mereka dapat memasarkan produknya di internet serta berjualan lewat internet. Pada penelitian ini peneliti menguji beberapa indikator variable penelitian yang dapat meningkatkan kinerja UKM yang menggunakan metode Structural Equation Modelling. Yakni, Motivation, Competitive, Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, Self Efficacy, Internet Anxiety, Penggunaan Internet, Peningkatan Kinerja. Didapatkan hasil penelitian yang secara keseluruhan variable penelitian menunjukan Positif Signifikan tetapi Internet Anxiety berpengaruh negative sedangkan variable Perceived Of Use tidak berpengaruh positif. Tetapi hasil keseluruhan menunjukan bahwa internet dapat meningkatkan kinerja UKM, maka dari itu para pendiri UKM/Pengusaha mampu menggunakan internet sebaik-baiknya untuk kemajuan usahanya, karena internet sangat berpengaruh pada UKM.
      Menurut jurnal dari saudara Ahmad Budi Setiawan, di lingkungan pondok pesantren diperlukan adanya internet sehat untuk menanggulangi dampak negative dalam penggunaan internet. Tujuan peneliti mengadakan penelitian ini untuk mengidentifikasi penerapan metode pengamanan akses internet bagi para santri dari hal-hal negatif dalam upaya untuk menyosialisasikan, dan mengimplementasikan program pemberdayaan internet sehat di kalangan pesantren. Adanya dampak negatif internet memerlukan perhatian khusus bagi para pengasuh dan khususnya pengelola akses jaringan internet di lingkungan Pondok Pesantren. Tindakan preventif (pencegahan) terhadap dampak negatif akses internet di lingkungan Pondok Pesantren terdiri dari dua macam tindakan, yaitu secara teknis maupun non-teknis. Pencegahan secara teknis yang dilakukan pihak pengelola Pondok Pesantren adalah dengan melakukan tindakan teknis berupa pemblokiran situs-situs negative melalui proses filtering situs negatif. Sedangkan pencegahan secara non-teknis adalah dengan melakukan tindakan berupa pengarahan-pengarahan (tausiyyah) melalui pengajian yang disampaikan oleh pengajar (ustaz) atau pempinan pondok (kyai) atau pengarahan pada saat pembelajaran di kelas.
Berdasarkan ketiga jurnal diatas dapat disimpulkan bahwa, dengan adanya internet, kita sebagai mahasiswa/pelajar otomatis sangat terbantu sekali, apalagi dengan jaman yang seperti ini yang serba modern, teknologi berkembang pesat, semua berhubungan dengan internet. Jika ada sesuatu yang positif tentu ada yang negative. Tidak semua dampak internet itu baik untuk para pengguna. Seperti ketiga jurnal diatas yang telah saya simpulkan satu persatu nampak jelas sekali ada beberapa perbedaan, ada yang membahas keuntungan dan kerugian.
Untuk meminimalisir dampak negative internet seperti situs-situs porno pemerintah telah memblokir akses semua situs tersebut. Seperti halnya jurnal yang pertama yang mengadakan program internet sehat, pondok pesantren memfilter situs-situs yang dapat merusak akhlak. Tidak sampai disitu saja, kecanduan game online, chatting, cyberbulling dll itu tergantung individu masing-masing. Apakah ia mampu menggunakan etika berinternet (Nettiqutte) dengan baik dan sadar akan tindakan yang dapat merugikan mereka. Jika saja mereka dapat memanfaatkan untuk kepentingan yang positif seperti peningkatan kinerja UKM, maka itu akan menguntungkan diri mereka. Mereka mampu memasarkan produk, hingga menjualnya lewat bisnis online yang sedang menjamur saat ini. Maka sadarlah akan tindakan yang mencerminkan masa depan.

Referensi         :
Setiawan, B.Ahmad. (2012). Penanggulangan Dampak Negatif Akses Internet Di Pondok Pesantren Melalui Program Internet Sehat. Jurnal Penelitian Komunikasi,14,  99-114.

Hanoum, Syarifa., Sari, M. Rizki. (2012). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Internet Terhadap Peningkatan Kinerja Ukm Menggunakan Metode Structural Equation Modelling. Jurnal Teknik ITS, 1, ISSN: 2301-9271.


Rahayu, S. Flourensia. (2012). Cyberbullying Sebagai Dampak Negatif Penggunaan Teknologi Informasi. Journal of Information Systems, Volume 8, Issue 1.


   













    A.   WWW
World Wide Web (www) terdiri atas tiga kata, yaitu: World dalam bahasa Indonesia berarti dunia, Wide dalam bahasa Indonesia berarti lebar atau luas, dan Web diartikan sebagai halaman dalam teknologi jaringan internet yang berisi informasi. World Wide Web jika diartikan secara bebas adalah serangkaian halaman-halaman pada internet yang berisi informasi-informasi mengenai dunia luas. Lebih lanjut www adalah sebuah sistem untuk menampilkan informasi berupa
teks, gambar, suara, dan sebagainya. www dipresentasikan dalam bentuk tertentu agar dapat diakses secara menyeluruh oleh pengguna internet di seluruh dunia. Selain itu, www mengacu pada alamat dari web site. Web Site (situs web) dapat diartikan sebagai kumpulan halamanhalaman yang digunakan untuk menampilkan informasi. Informasi pada web site umumnya ditulis menggunakan format Hyper Text Markup Language (HTML). Untuk menampilkan informasi dalam bentuk gambar, suara, video, dan sebagainya, HTML menggunakan konsep link sebagai perantaranya.
   B.   Email
World Wide Web (www) terdiri atas tiga kata, yaitu: World dalam bahasa Indonesia berarti dunia, Wide dalam bahasa Indonesia berarti lebar atau luas, dan Web diartikan sebagai halaman dalam teknologi jaringan internet yang berisi informasi. World Wide Web jika diartikan secara bebas adalah serangkaian halaman-halaman pada internet yang berisi informasi-informasi mengenai dunia luas. Lebih lanjut www adalah sebuah sistem untuk menampilkan informasi berupa
teks, gambar, suara, dan sebagainya. www dipresentasikan dalam bentuk tertentu agar dapat diakses secara menyeluruh oleh pengguna internet di seluruh dunia. Selain itu, www mengacu pada alamat dari web site. Web Site (situs web) dapat diartikan sebagai kumpulan halamanhalaman yang digunakan untuk menampilkan informasi. Informasi pada web site umumnya ditulis menggunakan format
Hyper Text Markup Language (HTML). Untuk menampilkan informasi dalam bentuk gambar, suara, video, dan sebagainya, HTML menggunakan konsep link sebagai perantaranya.
   C.   Search Engine
Sebagaimana kita ketahui saat ini sudah jutaan halaman website yang ada dalam internet. Lalu bagaimanakah cara mencari website yang kita inginkan? Apakah dengan berlama-lama mengecek satu persatu melalui alamat bar, baik pada address bar, di Internet Explorer maupun di location bar pada Netscape Communicator. Kalau hal ini yang dilakukan, berapa banyak waktu yang diperlukan dan berapa banyak tagihan pulsa telepon yang kita gunakan? Untuk mengatasi masalah ini maka kita dapat meggunakan fasilitas search engine. Search engine adalah sebuah fasilitas dari website yang khusus dirancang untuk menyimpan dan menata daftar alamat jutaan website berdasarkan topik tetentu. Di antara website yang memiliki fasilitas search engine, di antaranya:
1.      Yahoo, yang beralamat www.yahoo.com
2.      Google, yang beralamat www.google.com
3.      Altavista, yang beralamat www.altavista.com
4.      Lycos, yang beralamat www.lycos.com

   D.  Browser
Internet sebagai jendela informasi superkaya yang sangat menarik bagi semua orang di dunia. Internet merupakan jendela pembuka wawasan sebab di dalam internet terdapat:
  1. Ribuan database teks, suara, gambar, di manapun berada dapat Anda lihat dan dengar dengan mudah,
  2. Dapat membuka segala jenis dokumen, file baik cerita biasa hingga dokumen intelektual dan actual secara gratis,
  3. Dapat digunakan untuk bergabung dan berdiskusi mengenai berbagai topik yang sangat kompleks macamnya, dan
  4. Dapat digunakan untuk bermain games.

Secara umum, keseluruhan informasi atau file dalam internet
diatur dan mengikuti ketentuan WWW (World Wide Web) yang disingkat Web. World Wide Web (WWW) merupakan suatu proyek hypermedia yang dikembangkan dengan mengaitkan informasi global melalui hypertext dan memiliki kemampuan mengaitkan dengan site FTP, ghoper, dan jenis layanan lainnya. Hypertext ditulis melalui HTML (Hyper Text Markup Languange) yang dengan perkembangan program interface dari HTML berupa program CGI, memungkinkan penggunaan fasilitas lain seperti e-mail dan news group yang dapat diakses melalui WWW. Satu satuan informasi yang mengikuti ketentuan WWW disebut dengan halaman web (webpage). Sekumpulan halaman web yang saling berhubungan disebut dengan situs web (website). Situs web tersebut disediakan oleh penyedia informasi. Halaman-halaman web ini kemudian disimpan dalam komputer yang disebut dengan web server.
Untuk melakukan proses pencarian di halaman web atau internet disebut
browsing. Karena informasi dalam internet ditulis dan dibuat dengan kode HTML, sehingga kode-kode ini hanya dapat dibaca oleh komputer yang dilengkapi program yang disebut dengan browser. Browser berfungsi untuk menerjemahkan kode-kode HTML menjadi sebuah halaman web. Browser berperan dalam membantu menjelajahi dunia internet. Ada banyak browser pada saat ini, browser yang populer adalah Internet Explorer (sistem operasi Windows) Netscapes Navigator, Opera, dan Mozilla (sistem operasi Linux). Dalam pembahasan bab ini dibatasai pada browser Internet Explorer. Internet Explorer adalah browser yang disertakan sistem operasi Windows. Jadi, apabila Anda menggunakan OS (Operating System) Windows maka sudah secara otomatis komputer Anda memiliki Internet Explorer.
            Perbedaan search engine dengan browser adalah Web browser dan search engine memiliki perbedaan. Web browser adalah software yang digunakan untuk menjelajahi Internet atau untuk mencari informasi dari suatu halaman web yang tersimpan di dalam komputer, contohnya Internet Explorer, Mozilla Firefox, Safari dan Opera. Sedangkan search engine yaitu site atau website Internet yang memberikan fasilitas untuk mencari dokumen (alamat) atau data yang Anda inginkan diseluruh web server yang terhubung ke Internet contohnya Google, Yahoo! Search, dan Live Search
Search engine disebut juga dengan mesin pencari, di mana sistem yang ada pada sistem tersebut diolah melalui satu atau sekelompok komputer yang berfungsi untuk melakukan pencarian data. Data yang ada pada mesin ini dikumpulkan oleh mereka melalui suatu metoda tertentu dan diambil dari seluruh server yang dapat mereka akses. Jika dilakukan pencarian melalui search engine ini, maka pencarian yang dilakukan sebenarnya adalah pada database yang telah terkumpul di dalam mesin tersebut.
   E.    Chatting
Pelayanan lainnya dalam dunia internet adalah layanan chatting. Chatting adalah layanan internet yang memungkinkan beberapa orang (netter) dapat berdiskusi atau bercerita satu sama lainnya secara online. Perangkat lunak yang digunakan, antara lain mIRC, Windows Messenger, ICQ, dan lain-lain.
   F.    Nettique
Terdapat beberapa definisi tentang netiquette, yaitu :
a. Etika dalam menggunakan Internet
b. Aturan-aturan/kebiasaan/etika/etiket umum yg berlaku di seluruh dunia,
sehingga para pelaku internet dapat dengan nyaman dalam berinteraksi di dunia
maya ini
Aslinya dua kata yang dijadikan satu, yakni networks dan etiquette. Sebelum  internet lahir, kata netiquette tentu belum ada. Orang mengartikan sebagai berperilaku sesuai etiket saat tersambung ke jaringan internet, entah itu saat berinteraksi di forum,  mailing list, maupun blog. Di dalam internet tidak ada aturan tertulis yang baku dan memiliki kekuatan legal yang dapat dipakai sebagai acuan untuk memperlakukan dan mensikapi arus informasi dan data di dalamnya.  Sebagai mahluk sosial pelaku internet memiliki kode etik universal sebagai  acuan dalam menjaga perilaku dan kehormatan dalam pergaulan komunitas dunia maya.
Setiap lingkungan punya nilai etika tersendiri dan tidak ada nilai baku yang berlaku identik, tiap orang dapat memiliki interprestasi yang berbeda terhadap prinsip yang  disepakati. Karena itu siapapun bebas untuk mematuhi peraturan yang sesuai dengan dirinya dan yang tidak menyetujui bebas memilih untuk tetap berada di sana sebagai minoritas atau keluar dari lingkungan tersebut.

Dalam kasus tertentu pelanggaran etika dapat diajukan ke pengadilan melalui  mekanisme hukum positif yang berlaku pada diri seseorang (warga negara) maupun lembaga/organisasi. Yang paling sering terjadi tuntutan hukum adalah menyangkut soal  pelanggaran Hak Cipta, Hak Privacy dan serangan illegal (Spamming, Pirating, Cracking dan sejenisnya) terhadap suatu produk, perseorangan maupun institusi yang dilindungi hukum positif secara internasional.
Secara umum siapapun yang merasa menjadi bagian dari suatu komunitas di  internet wajib untuk mematuhi kode etik yang berlaku di lingkungan tersebut. Pada dasarnya netiquette merupakan panduan untuk bersikap dan berperilaku sesuai dengan kaidah normatif di lingkungan Internet. Dengan mematuhi peraturan ini, maka akan sangat bermanfaat dan membantu dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain tanpa harus mengalami masalah atau tanpa harus mengalami salah pengertian dengan orang lain.
   G.  Komunitas Online
Dalam perkembangannya, banyak peneliti mengungkapkan mengenai komunitas yang lebih modern seperti Rosson (1997) mereka mendefinisikan bahwa komunitas terdapat dalam lingkungan yang bersifat online baik dalam bentuk website atau internet, dimana komunitas website atau internet adalah komunitas bentuk online yang merefleksikan kondisi yang sebenarnya dalam kehidupan nyata.
            Kim (2000) menyatakan bahwa ada banyak kemiripan antara komunitas yang disebut dengan komunitas tradisional dan online community yang berbasis website atau internet. Keduanya melibatkan pengembangan dari hubungan relasi antar orang-orang yang mempunyai suatu kesaamaan seperti, hobi, pekerjaan dan hal lainnya.

 Referensi:

Supriyadi, Eko., Kiswanto, Muslim. 2010. Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta: Pusat Perbukuan Kementrian Pendidikan Nasional.
Osman, Osdirwan., Susano, Adhi. 2010. Teknologi Informasi dan Komunikasi 2. Jakarta: Pusat Perbukuan Kementrian Pendidikan Nasional.
Novian, Agung., Abdullah, Dudung. 2010. Praktis Belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi Kelas XI. Jakarta: Pusat Perbukuan Kementrian Pendidikan Nasional
Hadi, Nur. Etika Berkomunikasi di Dunia Maya dengan Nettiquette. Dalam eprints.uny.ac.id diakses pada 4 Oktober 2014 14:15.


Internet dapat diakses menggunakan dua sarana pokok, yaitu komputer dan perangkat nonkomputer. Perangkat nonkomputer misalnya telepon seluler dan Personal Digital Assistant (PDA).
Komputer maupun perangkat nonkomputer dapat digunakan untuk mengakses jika memenuhi syarat tertentu. Misalnya komputer harus memiliki modem, jaringan komputer, dan beberapa alat pendukung yang lain. Sarana dan alat pendukung pengakses internet yang diperlukan bergantung pada cara Anda mengakses internet. Misalnya, jika Anda menggunakan computer dengan sarana wifi, tentu Anda tidak lagi memerlukan kabel ethernet atau kabel jaringan. Secara garis besar, terdapat beberapa cara pengaksesan internet. Cara-cara yang lazim digunakan di Indonesia sebagai berikut.
  1.  Mengakses menggunakan jaringan LAN (Local Area Network). Cara ini banyakdigunakan di warung internet dan perkantoran.
  2. Mengakses menggunakan laptop dengan sarana wifi. Cara ini marak digunakan di kafe, mal, kompleks pemerintahan, dan kampus. Tempattempat yang dapat digunakan untuk mengakses internet dengan wifi biasa diberi keterangan hotspot area.
  3. Mengakses menggunakan metode dial up. Dial up berarti memanggil ke nomor tertentu untuk memperoleh koneksi internet. Dengan metode ini Anda dapat mengakses internet menggunakan komputer pribadi yang telah dilengkapi modem. Anda dapat menggunakan berbagai jenis modem, misalnya modem USB, Asymmetric Digital Subsciber Line (ADSL), dan modem berupa telepon seluler.
  4. Mengakses menggunakan telepon seluler. Selain digunakan sebagai sarana komunikasi dan modem, sekarang banyak beredar telepon seluler yang dapat digunakan untuk mengakses internet.

Pada uraian berikut, Anda dapat menyimak lebih jauh aneka sarana yang diperlukan agar dapat mengakses internet.
     A.  Perangkat keras dan Lunak Internet

     1.   Perangkat Keras
Perangkat keras jaringan komputer dapat dikategorikan menjadi dua kelompok, yaitu peranti pengguna akhir (end-user device) dan peranti jaringan (network device). Peranti pengguna akhir merupakan perangkat keras yang berhubungan langsung dengan pengguna komputer (user), seperti komputer, scanner, dan printer. Peranti pengguna akhir dapat berdiri sendiri tanpa terhubung ke jaringan, tetapi akan lebih optimal jika terhubung ke jaringan. Agar terhubung, peranti pengguna akhir memerlukan peranti lainnya, yaitu peranti jaringan. Peranti jaringan terbagi menjadi beberapa peralatan dengan fungsi-fungsi tertentu. Peranti yang termasuk peranti jaringan, antara lain network card, repeater, hub, switch, dan router. Fungsi peralatan-peralatan tersebut dapat Anda pelajari pada Tabel  berikut.
Peralatan
Deskripsi
Network Card
Network card mengontrol komputer saat mengirim data ke jaringan ataupun mengambil data dari jaringan. Setiap komputer yang terhubung pada jaringan memerlukan Network Land. Network card yang umum digunakan adalah Ethernet Card atau LAN Card.
Repeater
Oleh karena setiap media transmisi data pasti memiliki hambatan, sinyal yang dikirimkan pasti mengalami perlemahan. Repeater berfungsi memperkuat sinyal saat mengalami perlemahan sehingga sinyal data dapat diterima dengan baik. Repeater diperlukan setiap kabel sepanjang 100 meter.
Hub
Hub memiliki beberapa port, yaitu sambungan ke komputer. Apabila sebuah paket data tiba pada sebuah port, paket tersebut akan diduplikasi dan disebarkan ke setiap port yang ada.
Switch
Switch berfungsi mengalihkan jalur transmisi data dari satu port ke port lainnya. Berbeda dengan hub yang menduplikasi paket data ke seluruh port yang ada. Switch hanya menghubungkan portpor yang sesuai dengan tujuan data tersebut.
Bridge
Bridge menghubungkan komputer dalam jaringan dengan cara yang sama seperti switch. Berbeda dengan switch, bridge menentukan hubungan antara satu port dengan alamat tertentu. Pada awal penggunaan, bridge akan mengirimkan sinyal ke seluruh port, kecuali port pengirim. Ketika sinyal balasan dari port yang sesuai alamat diterima, bridge akan menyimpan informasi tersebut dan mengasosiasikan alamat dan port tersebut.
Router
Router merupakan peranti jaringan yang meneruskan paket data antarjaringan. Sebuah router minimal terhubung pada dua buah jaringan LAN atau WAN atau LAN dengan jaringan ISP-nya. Router dapat menentukan rute tercepat suatu paket data dan mampu mengidentifikasi alamat IP suatu komputer.
Selain itu terdapat beberapa perangkat keras untuk mengakses Internet antara lain adalah sebagai berikut:

a. Komputer
Seperti yang telah Anda kenal, komputer adalah alat serbaguna yang banyak membantu kehidupan manusia. Selain digunakan untuk mengerjakan tugas sekolah, Anda dapat menggunakan komputer untuk mengakses internet. Komputer yang Anda perlukan tidak harus mewah.
b. Kartu Jaringan
Sarana ini digunakan jika Anda mengakses komputer yang terhubung dengan Local Area Network (LAN). Cara pengaksesan ini banyak dilakukan di kantor, gedung pemerintah, dan warnet (warung internet). Kartu jaringan (Network Interface Card/NIC) digunakan sebagai jembatan penghubung komputer ke jaringan. Anda dapat menjumpai dua jenis NIC yaitu NIC yang bersifat fisik dan NIC yang bersifat logis.
c. Modem
Modem merupakan singkatan dari modulator demodulator. Modem digunakan jika dua buah komputer ingin berkomunikasi jarak jauh. Modem berfungsi mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog pada sisi pengirim. Selanjutnya, modem juga mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital pada sisi penerima. Modem bekerja menggunakan dua komponen utama, yaitu modulator dan demodulator. Modulator bertugas mengubah sinyal informasi digital ke dalam sinyal pembawa (carrier) dan siap untuk dikirimkan. Sinyal pembawa bersifat analog. Demodulator bertugas memisahkan sinyal informasi dari sinyal pembawa yang diterima. Hal ini dilakukan agar sinyal informasi dapat diterima dengan baik.   Karena modem menggabungkan kemampuan modulator dan demodulator, modem mampu melakukan komunikasi dua arah. Meskipun terkenal sebagai alat komunikasi pada komputer, modem juga digunakan pada berbagai alat komunikasi yang lain. Alat komunikasi ini misalnya VSAT dan Microwave Radio.
Saat bekerja, modem mengubah data digital dari komputer menjadi sinyal analog. Sinyal analog ini dikirimkan melalui media telekomunikasi semisal telepon dan radio. Setibanya di modem tujuan, sinyal analog tersebut diubah kembali menjadi sinyal digital. Sinyal digital inilah yang diolah kembali oleh komputer penerima. Saat ini banyak beredar berbagai jenis modem. Anda dapat memilih modem internal, modem Universal Serial Bus (USB), modem telepon seluler, modem Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL), wifi, atau pun modem lainnya.
                     1)     Modem Internal
Modem jenis ini dipasang pada slot ekspansi pada motherboard komputer. Kecepatan rata-rata modem internal untuk melakukan download adalah 56 kbps. Karena kondisi jaringan telepon, kecepatan rata-rata modem internal di Indonesia hanya berkisar 30 kbps saja. Penggunaan modem internal memberikan beberapa keuntungan misalnya hemat tempat, harga lebih ekonomis, dan tidak membutuhkan adaptor sehingga lebih ringkas.
2)    Modem USB dan Telepon Seluler
Modem USB maupun modem telepon seluler diletakkan di luar casing komputer. Modem USB biasa dihubungkan menggunakan port USB, sedangkan modem telepon seluler dihubungkan menggunakan kabel data, infra merah, atau bluetooth.
3)    Modem Assymetric Digital Subsciber Line (ADSL)
Modem ADSL marak digunakan di Indonesia. Mungkin Anda mengenal modem ADSL dengan nama modem Speedy Telkom. Modem ADSL biasa dihubungkan ke komputer menggunakan kabel ethernet (Anda dapat mengenal lebih jauh tentang Ethernet pada CD Lampiran Bab I). Selain itu, modem ADSL juga dilengkapi dengan alat bernama splitter. Splitter berfungsi sebagai pemisah jalur telepon sehingga jalur telepon dapat digunakan untuk bertelepon sekaligus melakukan koneksi internet.
4)    Wifi                                  
Seperti yang telah disebutkan, laptop jenis tertentu dilengkapi wifi. Dengan wifi, laptop dapat digunakan untuk mengakses internet di area hotspot. Sebagian besar peralatan wifi bekerja pada frekuensi 2,4 GHz (gigahertz) hingga 5,8 GHz. Kecepatan akses internet menggunakan wifi bahkan mampu menembus angka 54 Mbps.
5)    Modem Kabel
Modem kabel digunakan untuk menghubungkan komputer dan tv kabel. Jaringan tv kabel ini juga dapat digunakan untuk menghubungkan komputer ke jaringan internet. Bahkan menurut penelitian, kecepatan akses internet yang tersambung menggunakan modem kabel lebih tinggi dibanding internet yang tersambung menggunakan modem dial up.

       2.   Perangkat Lunak

         a.    Sistem Operasi
Sistem operasi adalah sebuah penghubung antara pengguna dari komputer dengan perangkat keras komputer. Sebelum ada sistem operasi orang hanya mengunakan komputer dengan menggunakan sinyal analog dan sinyal digital. Seiring dengan berkembangnya pengetahuan dan teknologi manusia, sistem operasi ikut berkembang, sehingga pada saat ini terdapat berbagai sistem operasi dengan keunggulan masing-masing.

b.   Browser
Web browser adalah perangkat lunak atau software yang digunakan untuk membuka halaman web. Sarana ini memungkinkan Anda melakukan kegiatan yang berhubungan dengan internet, misalnya membaca isi web, memasukkan komentar, menyalin gambar, bahkan menyalin film. Dengan software tersebut Anda dapat mengunjungi situs pendidikan, situs ilmu pengetahuan, bahkan menonton televisi online. Jika ingin mengunjungi aneka situs tersebut, Anda harus dapat mengoperasikan web browser.
c.    Email
E-mail atau electronic mail (surat elektronik) merupakan salah satu media pengirim pesan melalui internet. Apabila Anda ingin mengirimkan pesan kepada seseorang, Anda harus menulis menggunakan komputer yang digunakan sebagai media pengiriman pesan. Pengiriman dan penerimaan e-mail menggunakan prosedur standar yang disebut protokol. Protokol untuk pengiriman disebut Simple Mail Transfer Protocol (SMTP). Protokol untuk penerimaan e-mail disebut Post Office Protocol (POP).

     B.  ISP
Internet Service Provider (ISP) adalah perusahaan yang menyediakan internet untuk dapat diakses oleh masyarakat. Masyarakat dapat berlangganan secara individu maupun berkelompok. Sebagian ISP menggunakan kabel telepon untuk memberikan akses internet. Saat ini banyak ISP di Indonesia. Bahkan, pada tahun 2007, tercatat lebih dari 100 ISP resmi. ISP resmi memperoleh izin dari MENKOMINFO. ISP-ISP ini bergabung dalam organisasi Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Jika suatu saat Anda ingin berlangganan internet menggunakan jasa ISP, Anda dapat mengikuti aturan-aturan berikut.
  1. Meminta formulir untuk menjadi pelanggan.
  2. Mengisi formulir. Biasanya formulir dikumpulkan dengan dilengkapi fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), fotokopi rekening listrik, air, atau telepon. Kelengkapan ini biasa digunakan untukmemastikan bahwa calon pelanggan benar-benar bertempat tinggal di lokasi yang disebutkan.
  3. Mengembalikan formulir dan membayar biaya administrasi.
  4. Pihak ISP akan memberikan username dan password. Username dan password digunakan sebagai pembuka akses internet.
  5. Jika berlangganan RT/RW-net, pelanggan memerlukan peralatan tambahan semisal Wajanbolic e-goen.

Secara umum, ISP di Indonesia menggunakan teknologi berikut.
  1. Sambungan ke internet menggunakan kecepatan yang sangat tinggi (beberapa ISP di Indonesia menggunakan kecepatan hingga beberapa Gbps).
  2. Sambungan internet disambungkan ke router besar semisal Cisco atau Juniper Network. Router ini digunakan untuk mengatur komunikasi antara internet dan pelanggan.
  3. Biasanya ISP menggunakan server. Server ini digunakan untuk keperluan web, mail, dan sebagainya. Sebagian server ISP menggunakan sistem operasi yang bersifat open source.


     C.  Jenis-Jenis Koneksi Internet
        a.   Dial Up
     Layanan jenis ini merupakan layanan akses internet melalui kabel telepon. Anda membutuhkan dial up modem untuk layanan jenis ini. Umumnya, ISP membagi layanan ini dalam beberapa jenis paket layanan, seperti personal dial-up dan corporate dial-up. Personal dial-up umumnya ditujukan bagi para pengguna akses internet yang hanya mengaktifkan internet apabila diperlukan dan rata-rata hanya beberapa jam sehari. Adapun corporate dial-up diperuntukkan bagi perkantoran yang pengguna internetnya cukup tinggi. Untuk memperoleh layanan akses internet, tentunya Anda perlu melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Anda cukup mendatangi perusahaan penyedia jasa internet dan melengkapi persyaratan administrasi. Selanjutnya, Anda akan diberi user name dan password yang dapat Anda gunakan untuk mengakses internet. Terdapat pula paket layanan instan yang seakan-akan tidak mengharuskan Anda melakukan
registrasi, yaitu telkomnet instan yang disediakan PT. Telkom. Sebenarnya, proses registrasi telah dilakukan ketika Anda memasang saluran telepon dan biaya akses internet digabungkan dalam tagihan telepon.
       b.   Mobile Access
          Mobile Access merupakan layanan akses internet yang dapat Anda peroleh secara mudah dan praktis melalui perangkat telepon selular Anda. Untuk menggunakan layanan ini, Anda memerlukan telepon selular yang mendukung
teknologi mobile access, baik telepon selular berbasis CDMA ataupun GSM. Selain telepon selular, terdapat pula mobile access modem yang dapat Anda gunakan untuk akses internet menggunakan komputer. Anda dapat memanfaatkan layanan mobile access melalui komputer pribadi, notebook/laptop, PDA, telepon selular, dan perangkat lainnya yang menunjang. Perlu Anda perhatikan layanan ini terbatas pada lingkup kerja (coverage area) dari operator telepon selular tersebut. 
      c.    Hotpsot
      Hot Spot adalah istilah yang diberikan kepada suatu lingkup area tertentu yang di dalamnya Anda dapat terhubung ke internet. Jadi, untuk memperoleh akses internet, Anda tinggal menghubungkan komputer Anda, biasanya laptop/notebook yang mendukung teknologi Wi-Fi. Hot spot umumnya terdapat pada area umum tertentu, seperti mall, bandara,
kampus, dan café.
       d.   DSL
      DSL menggunakan saluran telepon sebagai media tansmisi data. Akan tetapi, frekuensi yang digunakan berbeda dengan frekuensi suara sehingga saluran internet dan saluran telepon dapat digunakan secara bersamaan. Kecepatan transmisi data yang ditawarkan layanan DSL ini jauh lebih cepat dibandingkan layanan dial-up. Untuk beberapa area tertentu, layanan transmisi (downstream) sudah dapat diakses dengan kecepatan hingga 3 Mbps. Bandingkan dengan layanan dial-up yang hanya memiliki kecepatan hingga 56 KBps. Saat ini, di Indonesia baru PT. Telkom yang menyediakan paket layanan ini melalui paket Speedy.
       e.    Leased Line
     Jaringan internet leased line artinya jaringan yang tersedia untuk mengakses internet selama 24 jam sehari. Hal ini berbeda dengan dial up, di mana akses internet hanya tersedia pada saat kamu melakukan hubungan ke ISP. Oleh karena itu jaringan leased line juga sering disebut sebagai jaringan dedicated line, yaitu jaringan yang dikhususkan untuk koneksi internet. Jaringan leased line dapat menggunakan jaringan telepon, kabel khusus untuk internet, maupun koneksi wireless. Untuk jaringan yang menggunakan kabel, tersedia layanan ISDN dan DSL. Perhatikan uraian berikut ini! ISDN merupakan komunikasi melalui jaringan telepon yang dapat memisahkan aplikasi suara (data analog) dengan data nonsuara seperti teks, gambar, dan video (data digital) pada jaringan yang sama. ISDN dikembangkan pada jaringan telepon. Modem ISDN tidak mengubah data digital menjadi data analog atau sebaliknya seperti pada modem dial up (tidak ada proses modulasi dan demodulasi). Modem ISDN hanya memproses data digital antara komputer dengan jaringan ISDN. Kecepatan transfer data dengan layanan ini mencapai 128 kbps, lebih cepat bila dibandingkan dengan kecepatan koneksi dial up.


Referensi : 

Muhson, Ali., Suryadi, Lalu. 2010. Teknologi Informasi dan Komunikasi Kelas XI untuk SMA/MA. Jakarta: Pusat Perbukuan Kementrian Pendidikan Nasional.
Novian, Agung., Abdullah, Dudung. 2010. Praktis Belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi Kelas XI. Jakarta: Pusat Perbukuan Kementrian Pendidikan Nasional