HUBUNGAN ILMU EKOLOGI DENGAN ILMU PSIKOLOGI

               
                Disini saya akan membahas bagaimana hubungan ilmu ekologi dengan ilmu psikologi, pertama saya akan menjelaskan pengertian kedua ilmu tersebut kemudian saya akan menyangkut pautkannya satu sama lain.

ILMU EKOLOGI

A.      PENGERTIAN ILMU EKOLOGI

Inti permasalahn lingkungan hidup adalah hubungan mahkluk hidup khususnya manusia, dengan lingkungan hidupnya. Ilmu tentang hubungan timbal balik mahluk hidup dengan lingkungan hidupnya disebut ekologi. Oleh karen aitu permasalahan lingkungan hidup pada hakekatnya adalah permasalahan ekologi.
Istilah Ekologi pertama kali digunakan oleh Arnest Haeckel, pada pertengahan tahun 1860-an, istilah ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu oikos yang berarti rumah, dan logos yang berarti ilmu. Jadi secara harfiah ekologi dapat diartikan sebagai ilmu tentang mahluk hidup dalam rumahnya atau dapat pula dikatakan sebagai ilmu tentang rumah tangga mahluk hidup.

B.      CAKUPAN WILAYAH KERJA EKOLOGI

Seluruh alam semesta merupakan suatu ekosistem yang tersusun dari kelompok-kelompok komponen yang berkaitan satu sama lain. Masing – masing kelompok merupakan suatu kesatuan dengan kelompok lainnya. Beberapa pengertian yang biasanya tercakup dalam wilayah kerja ekologi adalah:

1.      Individu
      Individu adalah suatu satuan struktur yang membangun suatu kehidupan dalam bentuk mahluk. Jika kita melayangkan pandangan ke sebuah kebun, maka kita mungkin akan menemukan beberapa tumbuhan, misalnya pohon jambu, pohon pisang, pohon manga, dan sebagainya. Setiap pohon disebut individu. Dengan demikian kita katakana individu pisang, individu jambu dan seterusnya.
2.      Populasi
Populasi adalah kumpulan individu dari jenis yang sama dan berada di suatu tempat dan waktu tertentu. Batasan ini mempermudah penyebutan Banteng (Bos Sundaicus) di suatu pulau misalnya, dengan kelompokan banteng di pulau lain, maka dapat kita katakana populasi banteng di pulau X dan populasi banteng di pulau Y. Kepadatan populasi di suatu daerah yang menignkat sedemikian rupa sehingga kebutuhan populasi akan bahan, makanan, tempat tinggal dan kebutuhan populasi di suatu daerah yang meningkat sedemikian rupa sehingga kebutuhan populasi akan bahan makanan, tempat tinggal dan kebutuhan lain menjadi di luar kemampuan alam lingkungan untuk menyediakannya, timbulah persaingan atau kompetisi.
3.      Komunitas
Komunitas adalah kumpulan beberapa populasi yang saling berinteraksi satu sama lain, yang hidup di suatu tempat yang bersama.
4.      Ekosistem
Ekosistem adalah tingkat organisasi yang lebih tinggi dari komunitas. Pada ekosistem terdapat hubungan timbal balik antara organisme yang hidup dan lingkungan abiotiknya, yang membentuk suatu sistem yang dapat diketahui aliran energy dan sikuls materinya. Ekosistem dapat berupa sistem apa saja, asalkan di dalam sistem tersebut ada interaksi antara organisme yang hidup dan llingkungan abiotiknya. Misalnya ekosistem laut, pantai, hutan, padang rumput, serta beberapa ekosistem buatan manusia misalnya sawah. Dilihat dari unsur-unsur penyusunnya, komponen ekosistem dapat dibedakan menjadi 4 macam yaitu:
a.       Bahan abiotic yaitu komponen fisik dan kimia yang terdiri atas tanah, air, udara, sinar matahari
b.      Produsen yaitu organisme autotrofik (organisme yang dapat mensintesa makannya sendiri atau dapat menyediakan makannya sendiri)
c.       Konsumen yaitu organisme heterotrofik (organisme yang hanya dapat memanfaatkan bahan makanan yang disediakan oleh organisme lain)
d.      Pengurai, perombak yaitu organisme heterotrofik yang menguraikan bahan organic yang bersal dari organisme mati
5.      Biosfer
Biosfer adalah tingkat organisasi biologi terbesar yang mencakup semua kehiduapn di bumi dan adanya interaksi antara lingkungan fisik secara keseluruhan

C.      MANUSIA DALAM LINGKUNGANNYA

       Lingkungan hidup manusia terdiri dari lingkungan biotik dan abiotic, artinya lingkungan bersifat hidup manusia tidak hanya ditentukan oleh benda hidup tetapi juga oleh hal-hal yang bersifat tidak hidup disamping kebudayaan dan perilakunya. Manusia harus berjuang menaklukan aam dan isinya agar dapat hidup, namun perilaku manusia pula yang menyebabkan terjadinya perubahan tatanan lingkungan.

1.      Macam Sumber Daya Alam
           Sumber daya alam dapt dibagi menjadi sumber daya alam yang dapat diperbarui dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Sumber daya alam yang dapat diperbarui misalnya tumbuh-tumbuhan, hewan dan sumber alam biotik lainnya. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui misalnya minyak bumi, barang tambang dan mineral lainnya.
2.      Konservasi Sumber Daya Alam
           Manusia mempergunakan sumber daya alam, bail yang dapat diperbarui maupun yang tidak dapat diperbaharui, untuk mendukung kelangsungan hidupnya.  Akibat penggunaan sumber daya alam yang tidak bijaksana dalam arti tidak memperhitungkan faktor lingkungan, timbul masalah besar bagi manusia sendiri, misalnya erosi, banjir, polusi udara, dan punahnya spesies hewan dan tumbuhan teretnu dari permukaan bumi. Bila peristiwa ini berlangsung terus dikhawatirkan manusia akan menghabiskan sumber daya alam. Untuk itu perlu ada usaha agar sumber daya alam tersedia sebanyak mungkin, dan usaha ini dikenal sebagai usaha konservasi lingkugan. Konservais lingkungan air, tanah, hutan, mineral dan margwatwa.
3.      Pertambahan Penduduk dan Sumber Daya Alam
           Penduduk Bumi pada tahun 1975 diperkirakan berjumlah 3.967 juta jiwa. Pertambahan penduduk ini disebabkan oleh :
a.       Jumlah Natalitas lebih besar daripada mortalitas
b.      Penurunan angka kematian
4.      Pencemaran Lingkungan
           Saat ini manusia telah menikmati sumbangan teknologi yang telah berhasil menunjang kehidupannya, tetapi manusia juga harus menghadapi akibat negatifnya. Akibat negative teknologi tersebut bersama dengan adanya peledakan penduduk dan menimbulkan krisis lingkungan pada manusia. Akibat dari krisis lingkungan diantaranya tampak jelas pada kesehatan manusia. Penyebab polusi masuk ke dalam tubuh melalui udara hirup yang dihirup, melalui makanan yang kita makan sehari-hari dan melalui suara yang kit adengar. Semua polusi tersebut jelas berpengaruh langsung kepada manusia.

ILMU PSIKOLOGI

A.      PENGERTIAN ILMU PSIKOLOGI

  Ditinjau dari segi ilmu bahasa, kata psikologi berasa dari kaya psyche artinya jiwa dan logos artinya ilmu pengetahuan. Jadi Psikologi berarti ilmu pengetahuan tentang jiwa. Beberapa pengertian Psikologi menurut para ahli:
1.      Wundt, Psikologi itu merupakan ilmu tentang kesadaran manusia (the science of human consciousness). Dari batasan ini dapat dikemukakan bahwa dalam psikologi, keadaam jiwa direfleksikan dalam kesadaran manusia. Unsur kesadaran merupakan hal yang dipelajari psikologi.
2.      Woodworth dan Marquis, Psikologi mempelajari aktivitas-aktivitas individu. Pengertian aktivitas itu luas, baik aktivitas motoric, kognitif maupun aktivitas emosional. Walaupun Wundt menggunakan kata “kesadaran”, sedangkan Woodworth dan Mwrquia menggunakan kata “aktivitas”, tetapi keduanya sebenarnya menggambarkan tentang refleksi dari kehidupan kejiwaan.
3.      Branca, Psikologi merupakan ilmu pengetahuan tentang perilaku manusia.
4.      Plotnik, Psikologi merupakan studi yang sistematik dan ilmiah tentang perilaku dan proses mental.
5.      Morgan, Psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dan binatang.

  Psikologi didefinisikan sebagai studi ilmiah mengenai perilaku manusia dan proses-proses mental yang berkaitan dengan perilaku tersebut. Kegunaan utama studi psikologi adalah mendepkripsikan, menjelaskan, memprediksikan dan mengontrol perilaku. Perilaku manusia dapat dibahas dari segi perilaku sebagai individu, ialah manusia satu persatu, dan perilaku sosial, ialah perilaku manusia dalam kelompoknya. Psikologi adalah disiplin ilmu yang masih muda. Lahir tahun 1879 dengan ditandai didirikannya laboratorium psikologi pertama oleh Wundt di jerman.
  Psikologi memisahkan diri dari filsafat, terutama dari segi metode ilmunya. Perkembangan ilmu psikologi sebagai ilmu didukung oleh disiplin-disiplin ilmu lainnya, seperti ilmu pengetahuan alam dan kedokteran. Juga kedua perang dunia ikut mematangkan psikologi sebagai ilmu, dan memperluas cakupan bidang garapannya. Kebutuhan akan tes dan pengukuran mempercepat perkembangan tes psikologik dan menyebabkan pengetesan merupakan bidang yang menonjol dalam psikologi.
             
B.      TUJUAN PSIKOLOGI
              Plotnik (2005:4) mendepkripsikan tujuan dari psikologi sebagai berikut:
1.      Tujuan pertama psikologi adalah mendeskripsikan beranek macam cara perilaku organisme.
2.      Tujuan kedua psikolgi adalah menjelaskan sebab-sebab dari perilaku.
3.      Tujuan ketiga dari psikologi adalah memrediksikan bagaimana organisme akan berperilaku dalam situasi tertentu.
4.      Tujuan keempat, mengontrol perilaku makhluk hidup.

C.      RUANG LINGKUP PSIKOLOGI

       Dilihat dari objeknya, psikologi dapat dibedakan menjadi 2 bagian golongan besar yaitu:
1.      Psikologi yang meneliti dan mempelajarin manusia.
2.      Psikologi yang meneliti dan memperlajari hewan, yang selanjutnya disebut psikologi hewan.
       Dalam naskah ini tidak dibicarakan psikologi tentang hewan yang akan dibicarakan adalah psikologi tentang manusia, walaupun kadang-kadang ada eksperimen terhadap hewan. Psikologi yang membicarakan manusia dibedakan menjadi psikologi yang bersifat umum dan psikologi yang bersifat khusus:
1.      Psikologi umum meneliti dan mempelajari aktivitas-aktivitas psikis manusia yang tercermin dalam perilaku pada umunya, dewasa dan normal. Psikologi umum mencakup, antara lain, psikologi umum itu sendiri, psikologi eksperimental, filsafat psikologi, metode psikologi, dan sejarah psikologi.
2.      Psikologi khusus meneliti dan mempelajari segi-segi khusus dari aktivitas psikis manusia. Fokus kajiannya pada tingkah laku individu dalam suatu situasi yang khusus, baik untuk tujuan teoristis maupun praktik. Ia dapat dibagi menjadi dua bagian, antara lain :
a.       Psikologi Teoristis : yaitu kajian psikologi yang diarahkan pada pengembangan dan penemuan teori baru, baik teori yang berhubungan dengan persooalan tingkah laku secara umum, maupun untuk kasus-kasus khusus.
b.      Psikologi praktis/Terapan : sesuai dengan namanya kajian psikologi praktis diarahkan untuk kepentingan-kepentingan lapangan secara praktis. Maka dari itu psikologi praktis dibagi menjadi beberapa golongan. Secara sistematik yang tergolong psikologi praktis adalah :
·         Psikologi Pendidikan: mempelajari tentang hal-hal yang membantu atau menghambat proses mengajar di sekolah.
·         Psikologi Industri: dan Organisasi Cabang ini meneliti tentang kondisi terbaik agar karyawan di sebuah perusahaan dapat bekerja dengan maksimal, mulai dari kondisi fisik dari tempat bekerja sampai dengan kondisi psikologis karyawan.
·         Psikologi Forensik: berhubungan dengan bidang hukum. Pekerjaan mereka adalah memberikan kesaksian ahli di persidangan, mewawancara anak yang dicurigai menjadi korban abuse, membantu anak menyiapkan diri untuk memberi kesaksian, dan mengukur kondisi mental terdakwa.
·         Psikolog eksperimental adalah mereka yang bekerja di laboratorium (baik laboratorium di ruangan mau pun laboratorium terbuka yang berada di masyarakat) untuk membuktikan hal-hal yang mempengaruhi kondisi psikologi seseorang.
·         Psikologi Kesehatan: Cabang ini mempelajari tentang cara untuk menjaga kesehatan dan menghadapi masa sakit
·         Psikologi Sosial: Cabang Psikologi Sosial tertarik dengan perilaku sosial manusia (interaksi antara satu manusia dengan manusia lain): komunikasi nonverbal, rasisme, perilaku sebuah kelompok, interaksi sosial, dan lain-lain. Ahli di cabang ini biasanya lebih mampu mengatasi masalah psikologi kemasyarakatan daripada individu.
·         Psikologi Perkembangan : dengan fokus pada tingkah laku individu dalam proses perkembangannya. Dalam hal ini fase-fase perkembangan individu diperhatikan secara khusus dan akhirnya menjadiakan psikologi perkembangan mengklasisifikasikan dirinya dalam tiga spesifikasi khusus antara lain : psikologi perkembangan anak, psikologi dewasa, dan pskologi lanjut.
·         Psikologi Abnormal: Cabang dari psikologi ini meneliti dan melakukan intervensi kepada gangguan-gangguan kejiwaan, seperti autisme, perilaku seksual menyimpang, gangguan kepribadian, dan lain-lain.
·         Psikologi Lingkungan merupakan salah satu cabang ilmu psikologi yang masih muda. Ilmu ini lebih menitik beratkan perhatiannya kepada perilaku manusia yang berkaitan dengan lingkungan sekitar.

D.     MENGENAL SECARA SINGKAT PSIKOLOGI LINGKUNGAN
        Definisi Psikologi Lingkungan memiliki beragam batasan. Heimstra dan Mc Farling (dalam Prawitasari,1989) menyatakan bahwa psikologi lingkungan adalah disiplin yang memperhatikan dan mempelajari hubungan antara perilaku manusia dengan lingkungan fisik.
        Psikologi lingkungan adalah ilmu kejiwaan yang mempelajari perilaku manusia berdasarkan pengaruh dari lingkungan tempat tinggalnya, baik lingkungan sosial, lingkungan binaan ataupun lingkungan alam. Dalam psikologi lingkungan juga dipelajari mengenai kebudayaan dan kearifan lokal suatu tempat dalam memandang alam semesta yang memengaruhi sikap dan mental manusia.
       Ruang lingkup Psikologi lingkungan lebih jauh membahas tentang rancangan (design), Organisasi dan Pemaknaan. Ataupun hal yang spesifik seperti ruang, bangunan, ketetanggaan, rumah sakit dan ruangnya serta setting-setting lain pada lingkup bervariasi (Proshansky, 1974).
       Jenis-jenis lingkungan di dalam sosiologi lingkungan yang beberapa di antaranya juga banyak digunakan dalam psikologi lingkungan adalah (Sarwono, 1992):
1.      Lingkungan Alamiah (Natural Environment) seperti : lautan, hutan, dsb
2.      Lingkungan Binaan / Buatan (Build environment) seperti : jalan raya, taman, dsb
3.      Lingkungan Sosial
4.      Lingkungan yang di Modifikasi
       Sementara itu, Vietch dan Arkkelin (1995) menetapkan bahwa psikologi lingkungan merupakan suatu area dari pencarian yang bercabang dari sejumlah disiplin, seperti biologi, geologi, psikologi, hukum, geografi, ekonomi, sosiologi, kimia fisika, sejarah, filsafat, beserta sub disiplin dan rekayasanya.

HUBUNGAN EKOLOGI DENGAN PSIKOLOGI

            Setelah kita menguraikan definisi dan sedikit membahas kedua bidang ilmu tersebut, di dapatkan hubungan antara keduanya. Ekologi merupakan suatu ilmu yang membahas tentang mahluk hidup dengan lingkungannya sedangkan psikologi ilmu yang membahas tentang perilaku dan jiwa manusia. Telah di uraikan di atas bahwa ekologi juga membahas tentang manusia dan permasalahan lingkungannya, pencemaran, kepadatan penduduk serta kerusakan alam. Dalam ilmu psikologi perilaku-perilaku manusia yang mengakibatkan kerusakan alam serta kepadatan penduduk lah yang akan dibahas.
            Cabang ilmu yang sangat terkait dengan Ekologi adalah Psikologi Lingkungan yang merupakan cabang Psikologi yang masih muda. Perkembangan teori-teori ekologi menunjukan adanya perhatian terhadap adanya ketergantungan biologi dan sosiologi dalam kaitan hubungan antara manusia dengan lingkungannya, dimana hal itu secara significant mempengaruhi pemikiran-pemikiran psikologi lingkungan. Dengan perkembangan ilmu ekologi, seseorang tidak dianggap terpisah dari lingkungannya, melainkan merupakan bagian yg integral dari lingkungan.  Sudah sangat jelas kedua ilmu tersebut saling berhubungan sesuai dengan pembahasan diatas.

DAFTAR PUSTAKA:
  • Sukadji, Sutarlinah. (1986). Pengantar Psikologi. Jakarta: Karunika Universitas Terbuka.
  • Basuki, Heru. (2008).  Psikologi Umum. Jakarta: Gunadarma
  • Harmoni, Ati. (1992). Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: Gunadarma
  • Fauzy, Mohammad. (2012). “Cabang-cabang Psikologi”. 17 Mei 2014.      http://mayaaksara.com/cabang-cabang-psikologi/.
  • Syam, R. (2012). “Berbagai Cabang Ilmu Psikologi”. 17 Mei 2014.      http://ruangpsikologi.com/dunia-kerja/cabang-psikologi/
  • http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/peng_psikologi_lingkungan/bab1-pendahuluan.pdf (diunduh pada 17 Mei 2014)





BAB I
PENDAHULUAN

1.1           Latar Belakang

Zaman globalisasi ini banyak orang tua mengajarkan anaknya memasak dan tidak sedikit dari mereka mengikutsertakan anaknya kursus memasak. Usianya yang terlalu muda dengan dukungan keluarga serta keinginan untuk mengembangkan bakatnya anak-anak ini mampu membuat beragam makanan yang belum tentu orang di atas usianya dapat memasak layaknya hotel bintang lima. Kreativitas dan bakat anak dapat digali semenjak mereka masih kecil dan mampu untuk mengembangkannya serta dukungan orang tua dan keluarga amatlah penting ditambah dengan berbagai macam audisi pencarian bakat. Jika kondisi eksternal maupun internal dalam diri anak terpenuhi maka bakatnya pun akan terasah sejak kecil. Audisi memasak bagi anak adalah hal yang tabu bagi saya, bagaimana bisa anak memasak masakan yang terlihat enak diusianya yang separuh dari usia saya? Saya saja tidak bisa masak makanan seenak komentator para juri. Tentu saja mereka bisa, mereka punya skill dan talent memasak dan dengan dukungan orang tua mereka dapat mengembangkannya.

1.2           Rumusan Masalah

1.      Apa hubungannya memasak dapat meningkatkan kreativitas anak ?
2.      Bagaimana cara mengembangkan bakat memasak yang dimiliki anak ?
3.      Apa manfaat audisi memasak pada anak ?
4.      Motivasi anak-anak mengikuti audisi “mastercher junior Indonesia” ?
5.      Aspek apa saja yang dapat ditingkatkan pada anak ketika memasak ?

1.3           Tujuan Masalah

1.      Mengetahui hubungan memasak dengan kreativitas anak
2.      Mengtahui cara mengembangakan bakat pada anak
3.      Mengetahui manfaat audisi memasak
4.      Mengetahui motivasi anak-anak mengikuti audisi “mastercher junior Indonesia”
5.      Mengetahui aspek apa saja yang dikembangkan pada anak ketika memasak



BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Hubungan Kreativitas anak dengan memasak


Rogers (dalam Utami Munandar, 2009:18) mengemukakan kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasi diri, mewujudkan potensi, dorongan untuk berkembang dan menjadi matang, kecenderungan untuk mengekspresikan dan mengaktifkan semua kemampuan organisme. Yatim Riyanto (2012:232) kreativitas merupakan istilah yang banyak digunakan baik dilingkungan sekolah maupun diluar sekolah. Definisi lain menurut Moreno (dalam Yatim Riyanto, 2012:233) kreativitas merupakan sesuatu yang baru bagi diri sendiri dan tidak harus merupakan sesuatu yang baru bagi oranglain atau dunia pada umumnya, misalnya seorang siswa menciptakan untuk dirinya sendiri suatu hubungan baru dengan siswa/orang lain.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka kreativitas dapat dirumuskan sebagai suatu proses aktivitas kognitif seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa karya baru maupun karya kombinasi yang semuanya itu relatif berbeda dengan apa yang ada sebelumnya.

Anak- anak mengalami pertumbuhan sangat pesat. Hal tersebut dapat dilihat pada pertumbuhan motorik, koordinasi otot-otot dan kecepatan jasmaniahnya menunjukkan kemajuan yang mencolok. Pertumbuhan ketrampilan motorik, baik motorik kasar maupun motorik halus pada anak, tidak akan berkembang melalui kematangan begitu saja, melainkan ketrampilan itu harusdipelajari.(Depdiknas. 2007:1) Gerakan motorik halus hanya melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu saja dan dilakukan oleh otot-otot kecil, seperti ketrampilan menggunakan jari jemari tangan dan gerakan pergelangan tangan yang tepat. Oleh karena itu, gerakan ini tidak terlalu membutuhkan tenaga, namun gerakan inimembutuhkan koordinasi mata dan tanganyang cermat.(Sujiono.dkk, 2009:1.14)

Lalu bagaimana hubungan memasak dengan kreativitas?, dengan memasak anak-anak mampu mengekspresikan kreasi dan pikirannya. Melalui kegiatan memasak dan mendekorasi makanan yang menyenangkan, dengan tujuan meningkatkan dan memaksimalkan kemampuan motorik halus dan kreativitas anak.

Proses memasak juga bisa menjadi cara mengasah kreativitas. Bayangkan jika kegiatan memasak dikenalkan pada anak sejak dini. Anak akan tumbuh menjadi pribadi kreatif, sama seperti anak belajar bermusik, melukis atau menari. memasak kental dengan nilai seni. Mencampur bahan-bahan masakan menjadi satu, menciptakan perpaduan rasa, warna dan proses pematangan yang hasilnya dapat dinikmati oleh lidah, adalah serangkaian proses seni dalam memasak. Selain juga menggabungkan rasa asam, asin, manis dan pahit menjadi sesuatu yang dapat dinikmati.

2.2 Mengembangkan Bakat Anak

Berbicara mengenai sejarah bakat sama saja dengan berbicara sejarah manusia, bakat sama tuanya dengan manusia itu sendiri. Saat manusia lahir dalam dirinya telah tertanam potensi yang dapat ia kembangkan saat ia mulai berkembang nanti. Bakat dan kemampuan sangat menentukan prestasi seseorang. Orang yang memiliki bakat matematika diprediksikan mampu mencapai prestasi yang menonjol dalam bidang matematika.
Perlu ditekankan bahwa karena bakat masih bersifat potensial, seseorang yang berbakat belum tentu mampu mencapai prestasi yang tinggi dalam bidangnya jika tidak mendapatkan kesempatan untuk  mengembangkan bakatnya secara maksimal. Bakat khusus yang memperoleh kesempatan maksimal dan dikembangkan sejak dini serta didukung oleh fasilitas dan motifasi yang tinggi, akan dapat terealisasikan dalam bentuk prestasi unggul.
Ciri-Ciri Anak Berbakat Menurut Renzulli dan kawan-kawan ciri anak berbakat adalah: memiliki  Kemampuan diatas rata-rata, daya kreatifitas yang tinggi, dan memiliki tanggung jawab atau pengikatan diri terhadap tugas. Menurut Parker (1975) adalah ciri anak berbakat sejak kecil lebih aktif danlebih menaruh perhatian terhadap lingkungannya walaupun ada beberapa anak berbakat lambat dalam perkembangan motorik. sedangkan menurut R.A. Martison dalam bukunya The Identification of the Gifted adn Talented (1974), ciri anak berbakat diantaranya:
-          Membaca pada usia yang relati lebih muda
-          Mempunyai rasa ingin tahu yang kuat
-          Mempunyai inisiatif bekerja sendiri
-          Senang mencoba hal-hal baru
Peran orang tua, sekolah serta masyarakat dalam mengembangkan bakat sangatlah penting, orang tua merupakan patokan dari anak artinya setiap arahan yang orang tua berikan sangat berpengaruh bagi anak. Orang tua wajib memberikan peranan besar bagi pengembangan bakat anak, berikut ini merupakan peran orang tua dan guru :
·                      Peran orang tua dalam mengembangkan bakat anak :
-          Mengetahui bakat apa yang dimiliki sang anak
-          Menerima kenyataan bahwa kateristik anak berbeda-beda
-          Sebagai motivator bagi anak tentang bakat yang dimilikinya
-          Memfasilitasi bakat anak agar berkembang
-          Memberi kebebasan terhadap anak untuk mengembangkan bakatnya
-          Mendukung dan memberi arahan tentang bakat yang dimiliki anak
-          Menumbuhkan rasa kepercayaan diri pada anak

·                    Peran sekolah dalam mengembangkan bakat anak :
-          Mengadakan ekstrakuliker
-          Mengadakan kompetesi untuk menyaring bakat anak
-          Mendukung bakat anak peserta didik
-          Menjadikan sekolah sebagai fasilitator
-          Mengarahkan bakat yang dimiliki peserta didik

·                  Peran Masyarakat dalam mengembangkan bakat anak :
-          Menciptakan lingkungan yang aman dan damai
-          Memberikan sarana dan prasarana
-          Tidak menutup diri dari media
-          Bersifat terbuka terhadap kebudayaan lain
-          Menghargai perbedaan

Telah diketahui bahwa faktor yang mendukung bakat anak yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Anak juga disarankan tidak menutupi bakatnya lebih baik dikembangkan jika ketiga faktor tersebut telah terpenuhi.

2.3 Pencarian Bakat Memasak “Junior Master Chef Indonesia”

Dikutip dari website Junior Master Chef Indonesia (JMI). “Talent Search Memasak Anak – Anak terbesar pertama kali di Indonesia yang diikuti oleh anak – anak berusia 8 – 13 tahun yang memiliki passion memasak. Tema Junior MasterChef Indonesia adalah “Delicious Dream”, di mana anak – anak bisa mewujudkan mimpi mereka di bidang kuliner dan merasakan bagaimana menjadi kontestan Masterchef Indonesia (versi dewasa) seperti yang mereka lihat sebelumnya di TV. Kami menyebut ini “Experiencing The Gallery MasterChef”. Dari 250 calon kontestan Junior MasterChef dari seluruh Indonesia, 21 anak berhasil lolos, terpilih menjadi kontestan dan berhasil masuk ke Gallery MasterChef Indonesia. Tantangan tidak lebih mudah dari versi dewasa, bahkan ada beberapa tantangan yang lebih sulit namun kontestan berhasil menaklukannya dengan baik.”
Di masa sekarang ini banyak sekali macam dari pencarian bakat, seperti menyanyi, acting, menari, memasak dll. Tapi saya sangat tertarik membahas Junior Master Chef  pada awalnya saya hanya melihat sekilas tayangan JM Australia yang tayang di Fox. Saya sangat heran kok bisa anak kecil yang rata-rata umurnya sekitar 6-12 tahun memasak makanan seperti itu. Saya seumuran mereka hanya bisa bermain masak-masakan. Lalu baru-baru ini tayanglah di Indonesia Junior Master Chef Indonesia yang tayang di salah satu stasiun tv swasta di Indonesia.
Dengan adanya ajang seperti ini anak mampu mengembangkan kreativitas dan dapat menyalurkan bakat mereka. Ajang kompetisi bagi mereka dapat meningkatkan daya saing yang sehat serta dapat menyadari di setiap kompetisi selalu ada yang menang dan ada yang kalah, anak-anak juga dilatih akan persaingan di kehidupan nyata sehingga nantinya mereka dapat terapkan ketika mereka dewasa. Memasak juga dapat menjadikan pribadi anak lebih mandiri dan dengan keberanian mereka memasak dan tampil di televisi membuat anak semakin percaya diri.
Orang tua yang mempunyai anak berbakat memasak dapat memberi dukungan serta dorongan dengan cara anak mengikuti ajang seperti ini, selain anak dilatih untuk bersaing secara sehat anak juga dapat mengembangkan kreativitas dan bakat yang dimilikinya. Orang tua seharusnya tidak memaksakan kehendaknya tetapi memberi pengarahan yang baik bagi anak.

2.4 Motivasi anak – anak mengikuti ajang Junior Master Chef Indonesia

Berikut ini merupakan motivasi anak anak yang mengikuti ajang memasak JMI, dan ini merupakan jagoan-jagoan kecil yang saya idolakan:

Afaf     : Tertarik memasak sejak usia 5 tahun, gadis cilik keturunan Arab yang lahir pada 12 Desember 2002 ini mengikuti Junior Masterchef Indonesia. Mengidolakan profesional chef dunia, membuatnya banyak mengkoleksi poster chef dari berbagai negara. Bungsu dari 4 bersaudara yang ahli dalam bidang pastry ini, memiliki rencana untuk meneruskan pendidikan kulinernya di Culinary Institute of New York untuk menjadi chef professional yang terkenal sampai ke USA. Untuk menambah pengalaman, Afaf yang hobi membaca buku-buku resep dan komik Miko mengaku sangat senang saat dirinya terpilih masuk ke galeri Masterchef Junior Indonesia. “Perasaannya seneng dan deg-degan pas tau kepilih,” ujar Afaf meyakinkan.
Nicole : Terlahir dari keluarga atlit Timnas, Nicole tumbuh dan memiliki jiwa kompetisi yang tinggi. Banyak penghargaan olah raga taekwondo tingkat dunia yang telah di raihnya sejak umur 8 tahun. Pada tahun 2011 Nicole menjadi juara 2 dunia taekwondo poomsae kategori anak-anak di Malaka, Malaysia. Prestasinya di bidang kuliner pun tidak kalah menarik, dia pernah mengikuti lomba membuat kue dan menjadi juara 1. Dia juga suka menonton acara The Asian Food Channel dan Baked with Anna Olsen. Bercita-cita ingin menjadi seorang chef spesialis baker, dia sangat senang dan bangga saat terpilih menjadi salah satu dari 21 kontestan yang masuk ke galeri Junior MasterChef Indonesia.
Zidan : Remaja yang sangat menyayangi ibunya dan lahir pada 5 Januari 2001 ini mengatakan pertama kali belajar memasak karena dirinya hobi makan. Menurutnya, memasak itu ternyata menyenangkan. Dan dia juga ingin menjadi seorang wirausahawan di bidang kuliner. Memiliki kelebihan dalam memasak Indonesian Food, dia ingin memiliki restoran dan keliling dunia untuk memasak. Hobi bermain basket dan mengidolakan Gordon Ramsay serta mendengarkan musik Bruno Mars, ia merasa sangat senang dan tidak menyangka saat dirinya terpilih masuk ke galeri Junior MasterChef Indonesia.
Revo   : Revo merasa sangat bangga dan tidak menyangka saat terpilih menjadi salah satu kontestan yang masuk ke galeri Junior MasterChef Indonesia. Kegemaran memasak berawal dari hobinya yang suka makan. Dia sangat senang saat melihat orang menyukai masakannya, dan itu menjadikan motivasi bagi Revo untuk mendalami dunia kuliner. Selain itu, Revo, sulung dari dua bersaudara ini, memiliki hobi mengoleksi pisau masak. Menjadi Junior MasterChef , Michelin Chef pertama di Indonesia dan memiliki “food truck” di usia 13 tahun adalah impian Revo. Dia penuh komitmen bersaing untuk menyandang gelar Junior MasterChef Indonesia.
Alex    : Lahir pada 18 Desember 2005, anak yang sangat aktif dan menggemaskan ini, memiliki hobi memasak, bermain games dan juga berolahraga golf. Untuk menyalurkan hobi memasaknya, dia mengikuti ekstrakulikuler memasak di sekolahnya dan pernah menjadi juara Harapan 1 Lomba Menghias Kue Tart yang diadakan di Sekolah Dasar Kristen Harapan Bangsa Balikpapan. Dia mengaku sangat senang saat terpilih menjadi kontestan yang masuk ke galeri Junior MasterChef Indonesia.
Usia mereka yang masih kecil dengan kemampuan mereka yang luar biasa. Setelah saya baca dengan seksama, mereka mempunyai hobi memasak sejak kecil dan diikutkan kursus memasak atau dilatih memasak oleh orang tua mereka, karena makanan yang dihasilkan mereka juga tidak seperti masakan kaki lima pinggir jalan.  Karena keluarga dan lingkungan yang amat sangat mendukung bakat mereka, tentunya bakat mereka akan tersalurkan pada tempatnya.

2.5 Berbagai Macam Aspek Yang Dapat Dikembangkan Ketika Memasak

• Kemampuan Motorik Halus
Untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui gerakan-gerakan seperti mengaduk, meremas, memotong, menggunting, membentuk, mencetak, menekan adonan dan bahan makanan lainnya. Koordinasi tangan dan mata serta mengontrol kekuatan jari dan tangan juga dilatih melalui aktivitas ini.
• Seni dan Kreativitas
Untuk mengembangkan jiwa seni dan mengembangkan kreativitas anak melalui aktivitas mendekorasi kue dan bahan makanan lainnya. Mereka dapat mengekspresikan kreativitas mereka dengan menbuat dekorasi makanan yang cantik dan unik serta memberi nama makanan sesuka mereka sesuai dengan temanya.
• Kemampuan Kognitif
Untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak tentang matematika yang simple dan digunakan sehari-hari, contohnya ketika mereka menimbang dan menghitung jumlah sendok gula atau bahan makanan lainnya secara langkah demi langkah. Selain itu, juga menambah pengetahuan mereka tentang makanan.
• Sosial Emotional.
Aspek perkembangan berikutnya yang penting adalah sosial emosional. Kelas memasak ini bagus untuk mengembangkan kemampuan bersosialisasi anak. Mereka berinteraksi dengan anak-anak lainnya dan juga dengan para juri. Mereka juga belajar mengenai kerjasama dan berbagi dengan orang lain, dan juga belajar mengontrol emosi mereka ketika mereka bersaing
•  Ilmu Pengetahuan
Anak-anak belajar mengobservasi, juga belajar menimbang, mengukur, dan memprediksi jumlah bahan makanan yang akan digunakan selama memasak. Selain itu mereka juga belajar mengenai perubahan bahan material yang digunakan dalam proses memasak, contohnya mereka belajar bahwa pudding berasal dari serbuk yang dicampur air menjadi cairan, lalu dimasak dan ketika didinginkan akan menjadi padat dan siap dimakan.
• Kemampuan Berbahasa dan Keaksaraan
Melalui interaksi antara anak dengan temannya dan juri, mereka mengembangkan pula kemampuan berbahasa dan keaksaraan mereka. Ketika mereka menanyakan sesuatu, mereka mendapatkan kosa kata baru dan melatih kemampuan berkomunikasi dengan orang lain.
• Moral dan Nilai-nilai Kehidupan
Mereka juga belajar tentang moral dan nilai-nilai kehidupan. Mereka belajar akan pentingnya kebersihan, kesehatan, dan juga disiplin dan tanggung jawab, serta pentingnya berbagi dengan orang lain.
• Aspek Psikologis
Untuk membangun kepercayaan diri dan konsep diri yang positif, juri memberi reward dan apresisasi untuk anak-anak dan hasil kreasi mereka.



BAB III
PENUTUP

Simpulan :
            Melalui memasak mereka dapat berkreasi sesuai keinginan mereka. Berkreasi tidak dengan seni music, menggambar dan bernyayi melaikan juga memasak. Orang tua memberikan peran bagi anak untuk mengamangkan bakat memasak mereka. Orang tua, sekolah dan msyarakat merupakan fasilitator bagi pengembangan bakat anak. Ajang pencarian bakat memasak seperti Junior Master Chef Indonesia sangat mendukung untuk mengambangkan anak. Dengan ajang seperti ini anak dapat berkreativitas sambil berkompetisi secara sehat. Mereka yang mengikuti JMI ini kebanyakan karena mempunyai hobi memasak sejak kecil dan mereka mendapat dukungan sepenuhnya dari orang tua untuk menggali kreativitas dan bakatnya dengan memasak

Saran :
            Untuk para orang tua jangan menyembunyikan bakat yang dimiliki sang anak orang tua wajib memberikan dukungan sepenuhnya untuk anak. Dengan ajang memasak anak dapat menyalurkan bakat dan kreativitas mereka. Tetapi perlu diperhatikan setiap audisi ada yang menjadi juara dan kalah. Orang tua perlu mengarahkan anak kompetisi secara sehat.





DAFTAR PUSTAKA

Prabowo, H. & Puspita, I. 1997. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Universitas Gunadarma
Munandar, SCU. 1999. Kreativitas dan Keberbakatan : Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif dan Bakat. Jakarta : Gramedia Pustaka utama



Hubungan Antara Matematika & IAD dengan Psikologi


            Sebelum membahas lebih lanjut keterikatan antara keduanya, lebih baik saya membahas apa itu matematika dan apa itu ilmu alamiah dan mengapa keduanya saling terikat dengan Ilmu Psikologi.
Apa itu Matematika ?

            Apa sih Matematika itu? Yang kita tau matematika hanya menghitung alias hitungan, susah dan rumit.  Saya akan menguraikan pengertian matematika secara detail menurut para ahli. Secara etimologi Matematika berasal dari bahasa Yunani Kuno  μάθημα (máthÄ“ma), yang berarti pengkajian, pembelajaran, ilmu yang ruang lingkupnya menyempit, dan arti teknisnya menjadi "pengkajian matematika", bahkan demikian juga pada zaman kuno. Kata sifatnya adalah μαθηματικός (mathÄ“matikĂłs), berkaitan dengan pengkajian, atau tekun belajar, yang lebih jauhnya berarti matematis. Secara khusus, μαθηματικὴ τέχνη (mathÄ“matikḗ tĂ©khnÄ“), di dalam bahasa Latin  ars mathematica, berarti seni matematika (Wikipedia).

Johnson dan Rising (1972) mengatakan bahwa matematika adalah pola berpikir, pola mengorganisasikan, pembuktian yang logik, matematika itu adalah bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas, dan akurat, representasinya dengan simbol dan padat, lebih berupa bahasa simbol mengenai ide daripada mengenai bunyi.

Kemudian Kline (1973) mengatakan bahwa matematika itu bukanlah pengetahuan menyendiri yang dapat sempurna karena dirinya sendiri, tetapi adanya matematika itu terutama untuk membantu manusia dalam memahami dan mengatasi permasalahan sosial, ekonomi dan alam. Matematika tumbuh dan berkembang karena proses berpikir, oleh karena itu logika adalah dasar untuk terbentuknya matematika.

Reys, dkk (1984) mengatakan bahwa matematika itu adalah telaah tentang pola dan hubungan, suatu jalan atau pola berpikir, suatu seni, suatu bahasa, dan suatu alat.

James dan james (1976) mengatakan bahwa matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran, dan konsep-konsep yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan jumlah yang banyak yang terbagi ke dalam tiga bidang, yaitu aljabar, analisis, dan geometri.

Ada banyak sekali definisi matematika, semua definisi diatas saling melengkapi satu sama lain. Dan dari banyak pengertian tentang Matematika saya akan menyimpulkan secara sederhana  apa itu Matematika, menurut saya Matematika adalah suatu ilmu pasti yang berfikir menggunakan logika dan analisis yang berhubungan dengan hitungan dan mempunyai tingkat kesulitan tertentu. Dan menurut saya walaupun Matematika merupakan monster bagi sebagian orang termasuk saya tetapi Matematika sangat menyenangkan jika kita serius mendalami ilmu tersebut kita dapat membuat suatu rumus atau formula, bermain dengan logika dan berfikir cepat. Banyak sekali ilmu yang dasarnya menggunakan ilmu Matematika, seperti biologi, fisika, kimia dan sebagainya. Dibalik kesulitan dan kesukaran rumus-rumus matematika, ternyata mata pelajaran ini telah menyumbang manfaat besar bagi peradaban manusia sepanjang masa dan akan menyumbang manfaat besar bagi perkembangan modern masa depam manusia. Tanpa matematika, maka niscaya Ilmu pengetahuan dan Teknologi tidak akan ada, tanpa rumus-rumus matematika, maka ilmu pasti tidak akan membantu manusia.
Apasih Ilmu Alamiah Dasar ?

Sedangkan Ilmu Alamiah Dasar bersifat relatif dan dapat berubah sesuai dengan kemajuan peradaban manusia. Menurut Abdulah Aly dan Eny Rahmah (2006:V) “ Ilmu Alamiah Dasar merupakan kumpulan pengetahuan tentang konsep-konsep dasar dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan teknologi”. Sehingga terbentuklah sebuah konsep dan prinsip.

Ilmu Alamiah Dasar mempermasalahkan struktur dan berlangsungnya dunia alam, dimana manusia pun dianggap sebagai bagian dari alam itu sendiri. Dan lingkungan hidup meliputi sejumlah kondisi ekstern di sekitar organisme yang ikut serta secara dekat mempengaruhi kehidupan dan perkembangan organisme yang bersangkutan. IAD bukanlah ilmu tersendiri, melainkan merupakan kumpulan pengetahuan tentang konsep-konsep dasar dalam bidang ilmu pengetahuan alam dan teknologi. Ilmu Alamiah Dasar merupakan sebuah ilmu yang mengkaji tentang gejala alam semesta, termasuk yang terjadi di muka bumi ini. Ilmu Alamiah Dasar dapat juga di katakan sebagai konsep awal terbentuknya Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan semua turunannya, seperti Biologi, Fisika, dan Kimia.

Penting bagi kita untuk memahami bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi yang terkait erat dengan kehidupan kita dalam memahami ilmu alamiah dasar. Mereka adalah aspek terkait erat masyarakat dan studi dan perkembangan baik dalam ilmu pengetahuan dan teknologi sangat penting bagi bagi kemajuan masyarakat secara keseluruhan. Banyak sekali manfaat dari Ilmu Alamiah Dasar ini apalagi di bidang teknologi.

Lalu apa hubungan keduanya dengan ilmu Psikologi?
Dilihat dari manfaatnya saja kedua ilmu ini saling mempengaruhi. Misalnya saja dengan adanya Matematika perkembangan IPTEK pun semakin maju. Matematika dengan Psikologi mempunyai kaitan yang erat. Di dalam dunia psikologi ada yang namanya matematika statistic, yaitu matematika yang mempelajari statisik. Apa itu statistic? Menurut Furqon, Ph.D.(1999) adalah bagian dari matematika yang secara khusus membicarakan cara-cara pengumpulan, analisis dan penafsiran data. Namun ada pendapat lainya Statistika adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasikan data.  Atau dengan kata lain, statistika menjadi semacam alat dalam melakukan suatu riset empiris.

 Statistik di psikologi disebut sebagai deskritif statistik. Deskriptif statistik ini semacam kumpulan data yang didapat dari sebuah instansi, seperti contoh anda ingin melakukan riset tentang single mother yang memiliki pekerjaan dan tidak memiliki pekerjaan. Untuk melakukan riset tersebut data hanya bisa didapat dari instansi yang berwenang seperti departement sosial. Setiap data riset dapat menjadi bahan riset yang lainnya, seperti contoh, dalam data single mother yang memiliki pekerjaan atau tidak, mereka memiliki upah yang berbeda. Dari data upah yang berbeda ini kita  bisa melakukan riset yang lainnya seperti keadaan sosial pada setiap single mother dengan gaji yang dimilikinya. Jadi data satu ini tidak habis begitu dalam satu riset saja namun bisa menjadi seratus data untuk di jadikan riset.

 Di dalam dunia psikologi Statistik juga berguna untuk memprediksi perkembangan atau dampak dari suatu perilaku tertentu. Dan melalui statistik seseorang dapat memprediksi apa yang akan terjadi, yakni dengan menganalisis hubungan peristiwa-peristiwa masa lalu dengan apa yang terjadi saat ini dalam masalah yang sama. Matematika dapat juga digunakan untuk menghitung tes IQ atau tes Psikometri lainnya.

Ilmu Alamiah Dasar merupakan ilmu yang mempelajari tentang perkembangan alam dan tidak luput dari kehidupan manusia. Objek material dari Psikologi adalah Manusia jadi kedua ilmu ini saling memiliki keterkaitan. Psikologi membahas tentang perilaku manusia sedangkan Ilmu Alamiah membahas tentang akibat dari perilaku itu terhadap alam. Menurut saya itu merupakan contoh yang simple. Contoh lainnya misalkan  “Produksi pangan secara konvensional tidak akan dapat mencukupi kebutuhan pangan seluruh penduduk dunia yang makin bertambah terus maka dilakukanlah bioteknologi pertanian” pernyataan tersebut dibahas dalam alamiah dasar sedangkan “Bagaimana sikap penduduk desa dengan diadakannya bioteknologi bagi petanian mereka” dibahas di bidang Psikologi. Selain itu Ilmu Alamiah Dasar bagi para mahasiswa Psikologi dapat memanfaatkan metode alamiah dalam memecahkan masalah.




Sumber Referensi :



Reksoatmojdo tedjo n.2007.statistik untuk psikologi dan pendidikan.Bandung:PT.Refika Aditama


Ati Harmoni, Ilmu Alamiah Dasar, Penerbit Gunadarma, Jakarta, 1992